Thursday, 15 November 2007
ASMA TAK BISA DISEMBUHKAN TAPI BISA DI KONTROL
Gejala sesak anfas umunya dalami penderita asma. Asma sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yakni ASTHMA yang artinya sukar bernafas. Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol sehingga gejalanya hilang.

“asma seperti penyakit darah tinggi atau diabetes yang tidak bisa disembuhkan. Hanya saja bisa dikontrol, gejalanya hilang” kata Wakil Dewan Asma Indonesia (DAI) Prof. Dr. Dr. Heru Sundaru Sp.PD-KAI di hotel Aryaduta Jakarta Pusat , Rabu (14/11/2007).

Menurut Heru, yang disayangkan pasien asma ini kebanyakan baru berobat jika muncul gejala seperti sesak napas. Padahal penyakit ini dapat di kontrol jika penderita rajin berobat.

Meskipun gejala hilang, lanjut Heru, penderita dapat mengalami gejala uang sama atau kumat seperti jika stress atau kelelahan.”Banyak anggapan di masyarakat kalau tidak ada gejala maka tidak asma lagi. Jadi mereka datang ke dokter karena ada gejalanya saja” imbuhnya.

Sementara ketua Dai Prof .Dr. Faisal Yunus Phd SpP(K) menjelaskan, tingkat asma terkontrol dinIndonesia masih sangat rendah. Dan pasien yang menggunakan obat inhaler masih 2 persen dari jumlah penderita.”Obat yang baik inhaler yang bisa mengontrol asma”ujarnya.

Menurut Faisal, obat ini memang bukan menyembuhkan, tapi menghilangkan gejala.”Asma adalah penyakit kronik yang menimbulkan dampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya”sambungnya.

Faisal mengatakan, penyakit ini juga menjadi tidak terkontrol karena pasien sebagian besar mengunjungi dokter umum dan obat yang digunakan obat minum, padahal seharusnya inhaler.

”Itulah alasan kenapa pasien asma tidak bisa hidup secara normal”tandasnya.

Untuk menata penanganan asma lebih baik, dibentuklah DAI. Diagnosis dan terapi asma selama ini kurang kuat, padahal jumla penderitanya terus meningkat. DAI ini baru akan diluncurkan pada 17 November 2007.

Penyakit asma ini ditandai 3 hal,yakni mengkerutnya saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebihan pada saluran napas. Asma banyak diderita anak-anak dan orang dewasa, baik di negara maju ataupun berkembang.

300 juta orang di dunia diduga menderita asma dan jumlah ini akan terus meningkat hingga 400juta pada 2025. Jumlah penderita asma dapat lebih besar lagi mengingat penyakit ini merupakan yang underdiagnosed. WHO memperkirakan tahun 2005 terdapat 225.000 orang meninggal dunia karena asma.(Melly Febrida-detikcom)
 
posted by ga berharga at 13:19 | Permalink |


0 Comments: